Jumat, 17 Juli 2009

masalah vagina kering pada wanita

Vagina kering, sering kali menjadi masalah dalam melakukan hubungan seksual sehingga sering menyebabkan rasa nyeri dan hubungan seksual menjadi tidak nyaman. Vagina kering disebabkan banyak faktor,seperti :
  • penggunaan antibiotik yang tidak rasional,
  • diet tinggi karbohidrat, perubahan hormonal,
  • kehamilan,
  • penggunaan pil kontrasepsi,
  • infeksi pada vagina,
  • seringnya menggunakan cairan atau semprotan pembersih vagina sehingga mengganggu keseimbangan kimiawi dan biologis dari vagina dan
  • penyebab yang paling sering adalah faktor stress atau psikologis .
Vaginal dryness atau kekeringan yang terjadi pada vagina adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan produksi cairan / lendir pada vagina yang berfungsi sebagai pelumas pada saat berhubungan seks. Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan (seret) , rasa sakit dan bahkan perdarahan pada saat berhubungan seks . Secara normal pada saat wanita terangsang akan terjadi peningkatan kelembaban pada vagina karena peningkatan suplai cairan melalui pembuluh darah dan mukosa di dinding vagina, karena berbagai hal proses ini terganggu sehingga cairan / lendir tersebut berkurang.

Kekeringan vagina atau kegagalan vagina menghasilkan lubrikasi jika seorang perempuan dirangsang secara seksual, biasanya berkaitan dengan ketuaan atau frigiditas. Kira-kira 60% perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun mempunyai masalah kekeringan vagina.Dan sekitar 35% perempuan yang berusia 40 tahun juga mengalami satu atau beberapa kali, sehingga fenomena ini tak terbatas pada masalah yang berhubungan dengan ketuaan.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu anda mengatasi keluhan vagina kering :
  • Konsumsi gizi seimbang, yang rendah gula.
  • Menjaga kesehatan secara umum dengan cukup tidur, berolahraga, melepaskan tekanan emosi.
  • Menjaga kebersihan secara teratur,
  • Lakukan hubungan seksual secara bertahap dan tidak tergesa-gesa dan memperpanjang fase pemanasan/foreplay
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
Pastikan bahwa anda bisa mengalami lubrikasi (basah) secara alami sebelum terjadi koitus. Jika tidak dapat secara alami, gunakan lubrikan yang larut air. Pilih produk yang larut dalam air yang dibuat khusus untuk tujuan ini. Lubrikan dengan dasar minyak dapat merusak kondom, menutup pori-pori di vagina dan mempermudah infeksi vagina.

Segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi jika dicurigai ada yang tidak biasa terjadi pada daerah sekitar kelamin. Minta penjelasan dan pemeriksaan tentang apa yang terjadi, serta bagaimana mengatasinya.

0 komentar:

Poskan Komentar