Kamis, 18 Juni 2009

PENGOBATAN DENGAN INSULIN

PENGOBATAN DENGAN INSULIN

Dalam sejarah pengobatan,penggunaan insulin dimulai tahun 1920-an,ketika tuan Frederick Banting dan tuan Charles Best berhasil mengisolasi insulin dari pankreas seekor anjing,lalu menyuntikkannya keseorang anak diabetes tipe 1. Keajaiban ditunjukkan saat itu,sang anak yang awalnya sangat kurus,kemudian bisa menjadi sehat dan gemuk setelah disuntik dengan insulin. Sejak saat itu,dunia ilmu pengetahuan sangat tertarik dan banyak meneliti insulin,dan akhirnya pada tahun 1950-an,urutan asam amino insulin dapat diidentifikasi,lalu insulin juga bisa dimurnikan. Akhirnya,kita lihat saat ini insulin dapat diproduksi secara massal melalui teknologi rekombinan dengan menggunakan jasa bakteri. Penemuan insulin merupakan tonggak sejarah terpenting di dunia kedokteran,terkait kemampuan mengisolasi protein tertentu sehingga penemunya mendapat hadiah Nobel Kedokteran.

Peran insulin pada pengobatan diabetes
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula tinggi yang berkepanjangan sehingga sering mengakibatkan beragam penyakit atherosclerosis(serangan jantung,stroke,penyakit pembuluh darah perifer,gagal ginjal kronis,kebutaan,amputasi).Gula darah yang tinggi adalah akibat pabrik insulin,yaitu pankreas,tidak mampu memproduksi insulin (disebut insulin endogen) sesuai dengan kebutuhan tubuh,sekaligus sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif dengan insulin. Akibatnya,dibutuhkan insulin yang lebih banyak untuk memasukkkan gula darah ke dalam sel. Seperti dipahami bahwa insulin berfungsi seperti anak kunci yang membuka ”pintu” di dinding sel,”pintu” tersebut menjadi terbuka dan gula darah dapat masuk ke sel hingga bisa diolah untuk menghasilkan energi. Jika gagal dimasukkan ke dalam sel,gula darah akan tetap di pembuluh darah dan bila diukur kadarnya tinggi,itulah yang disebut dengan diabetes. Beragam usaha untuk menurunkan gula darah telah diupayakan,baik dalam obat bentuk makan maupun bentuk injeksi. Obat makan juga tersedia dalam beragam cara kerja,ada yang meningkatkan pengeluaran insulin dari pabriknya dan ada juga yang bekerja dengan meningkatkan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin. Di sisi lain,ada juga usaha meningkatkan kadar insulin itu sendiridengan menambah insulin dari luar tubuh (insulin eksogen). Hanya,sampai saat ini insulin eksogen baru tersedia dalam bentuk suntikan,walaupun manusia sangat bercita-cita membuat insulin dalam bentuk selain suntikan sehingga lebih mudah diterima pasien.
Pada diabetes 2(lebih dari 95% diabetes merupakan tipe 2),memang awalnya dipakai obat-obat makan,disamping perencanaan makan dan olah raga. Hanya karena saat diagnosis kapasitas pabrik insulin (pankreas) tersisa hanya 50%,maka sering kali diabetes tipe 2 pasa akhirnya juga butuh insulin. Tidak mudah untuk menawarkan insulin kepada pengidap diabetes,karena sebagian besar dari mereka kurang mnedapatkan informasi yang baik dan benar tentang insulin. Biasanya pengidap diabetes mendapat rumor dari orang nonmedis yang sering kali banyak salahnya dari pada benarnya,sehingga jika tiba saatnya mereka harus memakai insulin,timbul penolakan akibat salah persepsi tentang insulin. Dari penelitian-penelitian yang ada, 54,5% pasien diabetes tanpa insulin khawatir jika memakiai insulin,dan 27% menolak saat ditawarkan insulin.

0 komentar:

Poskan Komentar